Geolistrik Konfigurasi Schlumberger
07.03 |
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG PENELITIAN
Air tanah adalah semua air yang terdapat pada lapisan mengandung air (akuifer) di bawah permukaan
tanah, termasuk mata air yang muncul di permukaan tanah. Peranan air tanah
semakin lama semakin penting karena air tanah menjadi sumber air utama untuk
memenuhi kebutuhan pokok hajat hidup orang banyak. Sumber air tanah berasal
dari air yang ada di permukaan tanah (air hujan, danau, dan sebagainya) kemudian meresap ke dalam
tanah/akuifer di daerah imbuhan (recharge
area) dan mengalir menuju ke daerah lepasan (discharge area). Airtanah terdapat pada lapisan tanah
pengandung air yang disebut dengan akuifer.
Kedalaman air tanah di suatu daerah tidak sama dengan daerah lainnya, tergantung dari tebalnya lapisan di atasnya dan kedudukan
akuifernya. Daerah aliran airtanah terdapat pada cekungan
airtanah. Pada cekungan airtanah terjadi
proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan airtanah. Cekungan airtanah merupakan lapisan tanah
yang mengalasi wadah airtanah (akuifer).
Cekungan airtanah tersusun dari lapisan batuan yang kedap air (batuan
beku) atau yang mempunyai daya meloloskan air yang rendah, seperti lapisan
lempung.
Lapisan tanah
suatu daerah tergantung dari kondisi geologi dan iklim. Hal tersebut
mengakibatkan kondisi struktur batuan di kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai)
Serayu beraneka ragam. Jika dilihat secara topografi,
sungai Serayu terdiri dari wilayah-wilayah
pegunungan, perbukitan dan dataran rendah[1]. DAS Serayu zona Karangrena dan Karangkemiri termasuk kawasan dataran rendah memiliki satuan tanah asal proses Aluvial . Pada bentuk lahan asal aluvial berasal dari material campuran
dari hasil pelapukan berbagai batuan induk yang terdapat pada hulu sungai[1]. Oleh sebab itu, perlu di ketahui
arah aliran air tanah pada daerah ini untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
maupun pemerintah setempat untuk
kebutuhan rumah tangga, pertanian maupun industri.
Aliran air tanah di dalam akuifer dari daerah imbuhan ke daerah lepasan cukup lambat, memerlukan waktu lama bisa puluhan sampai ribuan tahun tergantung dari jarak dan jenis batuan yang dilalui. Untuk mengetahui jenis batuan yang dilalui oleh air tanah dengan mencari resistivitas suatu batuan di bawah permukaan tanah dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis[2]. Penelitian pendahulun yang terkait dengan pemodelan pola aliran air tanah di lakukan oleh teti zubaidah tahun 2008 tentang metode geolistrik konfigurasi schlumberger pada skala laboratorium untuk investigasi keberadaan air tanah.
Langganan:
Komentar (Atom)





